Monday, October 18, 2010

Great song, great lyric

This is one of the song which has been strengthened me when i was in a deep discouragement,  as if God Himself who compose it for me. Not just pleasing in the ears, the lyrics is awesome too. Maybe you’re gonna like it, cekidot, voice of truth from casting crowns.

Oh,what I would do to have
the kind of faith it takes 
To climb out of this boat I'm in 
Onto the crashing waves
To step out of my comfort zone
Into the realm of the unknown 
Where Jesus is, 
And he's holding out his hand

But the waves are calling out my name 
and they laugh at me
Reminding me of all the times 
I've tried before and failed
The waves they keep on telling me 
time and time again
"Boy, you'll never win, 
You you'll never win

But the Voice of truth tells me a different story
the Voice of truth says "do not be afraid!"
and the Voice of truth says "this is for My glory"
Out of all the voices calling out to me
I will choose to listen and believe the Voice of truth

Oh, what I would do 
to have the kind of strength it takes
To stand before a giant 
with just a sling and a stone
Surrounded by the sound 
of a thousand warriors 
shaking in their armor
Wishing they'd have had the strength to stand

But the giant's calling out 
my name and he laughs at me
Reminding me of all the times 
I've tried before and failed
The giant keeps on telling me 
time and time again
"Boy you'll never win, 
you'll never win."

But the voice of truth tells me a different story
the Voice of truth says "do not be afraid!"
and the Voice of truth says "this is for My glory"
Out of all the voices calling out to me
I will choose to listen and believe the Voice of truth

But the stone was just the right size
to put the giant on the ground
and the waves they don't seem so high
from on top of them looking down
I will soar with the wings of eagles
when I stop and listen to the sound of Jesus
singing over me

But the Voice of truth tells me a different story 
The Voice of truth says "do not be afraid!" 
And the Voice of truth says "this is for my glory" 
Out of all the voices calling out to me (calling out to me)
I will choose to listen and believe (I will choose to listen and believe)
I will choose to listen and believe the Voice of truth

I will listen and believe
I will listen and believe the Voice of truth
I will listen and believe 
'Cause Jesus you are the Voice of truth
And I will listen to you.. oh you are the Voice of truth

Enak yah masukin lirik lagu di blog tuh. Udah kitanya diuntungin ga usah cape2 mikir buat ngetik, langsung aja copas. Udah gitu si pembuat lagu juga dapet untung lagunya bs skalian dipromosin.  Jangan dicontoh (sering-sering) yah!!

Saturday, October 16, 2010

Apa arti dari sukses?


Apa yang ada dalam benak kita ketika kita memikirkan kata kesuksesan??

Ya, udah bisa ditebak. Kesuksesan seringkali identik banget dengan apa yang disebut kekayaan, ketenaran, berhasil melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dan lain sebagainya.
Tapi, apakah pandangan Tuhan kita terhadap kesuksesan? Apa yang ada di benak-Nya ketika dikaitkan dengan kata kesuksesan?

Waktu gw lagi bertanya-tanya tentang yang satu ini, mentor gw yg jg koko gw ngomong ke gw kira-kira begini: “ keberhasilan di mata Tuhan ga nuntut kita untuk melakukan hal-hal yang luar biasa, keberhasilan di mata Tuhan adalah ketika kita mengerjakan hal-hal yang biasa dengan luar biasa.” Gimana reaksi kita abis ngedenger statement seperti ini? Beda banget kan sama arti kesuksesan yang biasa kita denger?

Biar coba gw ambil contoh dari salah satu tokoh Perjanjian Lama untuk ngegambarin hal ini lebih lanjut. Tokohnya adlh Raja dari Israel yang termashyur, Raja Daud. Gw ga bisa nahan aer mata waktu renungin hidup Daud. Menurut gw dia bener2 orang yang memiliki karakter yang klop banget buat Tuhan spy bisa dipake buat jadi hamba-Nya.

Zaman dulu, sblm Daud jadi Raja, bangsa Israel sedang memimpi-mimpikan seorang pemimpin buat mereka. Orang  yang nantinya berhasil dapet kedudukan ini bakal jadi orang nomor satu di Israel. Kalau di zaman sekarang orang ini pasti kedudukan dan kekuasaannya jauh lebih tinggi bahkan dari presiden AS, soalnya zaman sekarang negara-negara udah nganut paham demokrasi, tapi dulu masih belum. Zaman dulu raja punya kekuasaan mutlak. Jadi posisi raja ini bener-bener posisi teragung , terhormat, dan tertinggi, semua orang takluk sama raja.

Sebenernya, orang seperti apa sih Daud sampe Tuhan mau-maunya milih dia buat jadi raja?? Apakah dia orang yang pinter? Berkharisma?  Gagah? Sudah jadi orang yang menonjol waktu Tuhan pilih dia? Biar kita telusuri beberapa kisah hidup dari Daud ini.

Waktu itu nabi Samuel disuruh Tuhan buat pergi ke rumah Isai buat ngurapin orang yang bakal jadi raja suatu saat nanti. Isai membawa semua anak-anaknya supaya diliat nabi Samuel dan ternyata, dari semua anak-anaknya, ada satu yang ditinggalin. Ya anak itu adalah anak bungsu Isai, Daud. Kalo kita pikir-pikir lebih lanjut, gila juga yah seorang bokap bisa-bisanya ninggalin seorang anak buat suatu acara yang sepenting dan sesakral ini. Klo kita jadi bapa, pasti semua anak kita bakal kita bawa ke acara yang model begitu. Ini acara pengurapan seorang raja yang bakal berkuasa di Israel! Mungkin Isai bener-bener ga kepikiran buat ngajak Daud ke acara itu, atau juga dia mau menghalang-halangi Daud buat jadi raja, well...kita ga pernah bener-bener tau.

Nah, yang berikutnya ini yang cukup ngagetin. Setelah Daud diurapi buat jadi raja, selanjutnya apa yang dia lakukan? 1 Samuel 16:19, [Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: “Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu ”]. Perhatikan kata-kata terakhir, di kalimat ini, waktu terjadinya ayat di atas adalah ketika Daud baru diurapi menjadi raja. Seberes Daud diurapi jadi raja, ternyata Daud ngga sempet gembar-gembor ke temennya kalau dia suatu saat bakal jadi raja, ga sempet juga mampir ke istana untuk liat gimana tempat tinggal dia nanti, tapi apa yang Daud lakukan? Ya, orang yang berkenan di hati Allah ini kembali ke pekerjaan yang tampaknya kecil dan tidak berarti yang selama ini ia kerjakan dengan setia, menggembalakan domba-domba. Ini adalah suatu kesetiaan dan kerendahan hati  yang Tuhan cari pada hamba-hamba-Nya.

Dan gimana sikap Daud sendiri dalam menggembalai kambing dombanya?  1 Samuel 17:34-36, [Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya, dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar .......”]. Kalau kita yang menggembalakan kambing domba itu, udah pasti kita kabur kalau ada beruang ato singa yang dateng nyerang. Toh separah-parahnya juga cuman domba yang mati, domba mati bisa beli lagi. Tapi sikap orang yang satu ini beda banget, biarin cuman domba, ia sadar sepenuhnya kalau itu adalah pekerjaan dan tanggung jawab dia, dan Daud ngerjain pekerjaan remeh ini dengan sangat-sangat luar biasa walaupun ga ada orang yang ngeliatin. Inilah kualitas yang Tuhan inginkan dari hamba-hamba-Nya. Bukan gagah, bukan beken, bukan kaya, bukan jenius, bukan keren, tapi suatu kualitas yang sederhana banget, yang semua orang pun bisa memilikinya, yaitu kerendahan hati dan kesetiaan baik itu dalam pekerjaan paling kecil sekali pun.

So, buat kita yang merasa kecil hati melihat orang-orang yang punya pekerjaan hebat, seperti direktur, manager, pengusaha kaya, auditor di kantor akuntan publik (mentang-mentang gw akuntan,hehe.), kita ga perlu kecil hati. Biarin kita cuman jadi kasir, teller di bank, karyawan biasa, bahkan tukang sapu mungkin, kerjakanlah pekerjaan-pekerjaan itu dengan luar biasa. Ga usah dengerin orang laen bilang apa, karena selalu ada Pribadi yang melihat kita dari tempat yang tersembunyi, yang selalu melihat hati. Mungkin Tuhan ingin mendatangkan suatu kebaikan lain dari pekerjaan remeh kita, seperti ia menjadikan Israel bangsa yang tersohor hanya dari seorang remaja penggembala domba yang menggembalakan domba-dombanya dengan setia. Apa yang dilihat Tuhan seringkali beda banget sama yang dilihat manusia.
So, gw mau ambil kesimpulan dengan mengutip kata-kata koko gw yg dimodifikasi sedikit:

Success have no correlation with being rich nor famous, success is fullfilling GOD’s will in our life...”



Friday, October 15, 2010

Tuhan, kenapa saya?

Berikut ini adalah salah satu best motivational story yang pernah saya denger. Saya mau coba share, dan sangat berharap supaya kisah ini seengganya sedikit memperkaya kehidupan kita. Perlu saya kasi tau klo sblmnya klo kisah ini kisah nyata.

Arthur Ashe adalah seorang petenis profesional dari Amerika. Dia petenis kulit hitam pertama yang terpilih untuk masuk dalam tim Davis Cup Amerika. Ashe juga adalah orang Afrika-Amerika pertama yang pernah memenangkan kejuaraan tenis Wimbledon, U.S. Open, dan Australian Open.

Tahun 1979 Ashe menderita serangan jantung, yang sangat mengagetkan publik mengingat Ashe adalah seorang atlit profesional. Ashe kemudian menjalani operasi bypass karena penyakit jantungnya tersebut. Dan beberapa bulan setelah operasi, Ashe hampir saja kembali dalam aktivitas tenis profesionalnya. Tapi sewaktu sedang berlibur bersama keluarganya di mesir, dia merasa sakit di dadanya ketika berlari. Kemudian Ashe menemui dokter, dan atas saran dokter dia harus kembali ke New York agar bisa dekat dengan ahli jantungnya.

Tahun 1983 Ashe menjalani operasi jantung kedua untuk membetulkan operasi bypass yang sudah ia jalani sebelumnya. Dan bukannya bertambah baik, Ashe malah merasa lemah dan sakit. Setelah diperiksa, ternyata Ashe tertular virus HIV yang disebabkan oleh transfusi darah dalam operasi jantung keduanya.

Pada suatu kesempatan, Ashe menerima surat dari penggemarnya yang berisi: “Kenapa Tuhan harus memilih kamu untuk mengalami semua nasib buruk ini ?” Kemudian Ashe membalasnya: “ Dengar, lima puluh juta orang di dunia mulai bermain tenis. Lima juta orang belajar untuk bermain tenis. Lima ratus ribu orang belajar tenis secara profesional. Lima puluh ribu datang ke circuit. Lima ribu mencapai Grand Slam. Lima puluh orang sampai ke Wimbledon. Delapan orang sampai di perempatfinal. Empat sampai di semifinal. Dan dua orang sampai ke final. Ketika saya sedang memegang piala itu, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan: “Tuhan, kenapa saya?” Jadi, sekarang dalam keadaan seperti ini kenapa saya harus bertanya kepadaNya: “Tuhan, kenapa saya?”

i wanna pee

Kenapa gw kasih judul “I wanna pee” buat blog ini?

Jawabannya simpel banget,  soalnya alesan gw bikin blog ini ya kira-kira sama lah sama judul itu. Bukan berarti waktu gw kebelet pipis trus gw nulis blog ini and kebeletnya tiba-tiba ilang.

Maksudnya tuh kalau kita pengen pipis tuh kan kita mau ngeluarin apa yang ada di dalem supaya ke luar, soalnya udah ga tahan kan and ga enak klo ditahan-tahan, slaen bisa bikin ngompol kyny sih ga bagus juga ya buat kesehatan.

Yeps, blog ini ditulis supaya sgala macem uneg-uneg yang udah ada di dalem ini punya saluran ke luar. Jadi ga ngendep terus di dalem. Gitu loh.....